Dinkes Bangun Koordinasi Tentang Perencanaan Dan Anggaran Dengan Kab/Kota

BerandaBERITABIDANG P2 PLINFORMASI PUBLIKSeksi Pengendalian PenyakitSeksi Penyehatan LingkunganSeksi Surveilans dan Imunisasi

Dinkesprovgorontalo- Penyusunan anggaran harusnya berpedoman pada Renstra-KL yang merupakan  bagian dari Reformasi Perencanaan dan Penganggaran termasuk kita di Daerah. Demikian disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dr. Arifasno Napu, M.Kes pada pertemuan Koordinasi Perencanaan dan Anggaran Bidang P2P tingkat Provinsi  Gorontalo, Kamis (27/4) di Damhil Hotel Kota Gorontalo.

Pertemuan tersebut dalam rangka persiapan penyusunan RKAKL pagu definitif tahun 2018 serta bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dalam sistem perencanaan dan penganggaran di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Selain itu, pertemuan tersebut membahas tentang evaluasi terhadap capaian program di 2016-2017 sebagai baseline perencanaan ditehun 2018.

Sebagaimana yang disampaikan Arifasno, bahwa penyusunan RKAKL sejak awal harusnya diawali dengan kegiatan review usulan oleh unit eselon I dalam hal ini Dirjen P2P, yang tujuannya adalah untuk menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi, potensi dan peluang yang ada, serta arah kebijakan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang dianggap strategis. “Sehingganya masukan- asukan dari Kabupaten/Kota menjadi modal penting bagi kami dalam melaksanakan prioritas-prioritas kegiatan dalam program P2P khususnya”, pungkas Arifasno.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam merancang kegiatan berdasarkan ketersediaan anggaran diperlukan ketajaman dalam menentukan sasaran dan indikator kinerja, serta dalam memilah dan kegiatan prioritas untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, jika berpedoman pada hal tersebut dalam menyusun sebuah perencanaan sebagaimana tujuan dari kegiaatan ini, maka sangat mungkin dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penganggaran dalam rangka mempersiapkan penysunan RKAKL tahun 2018.

“Perinsip money follow program harus terus menjadi pedoman, sebagaimana kita ketahui bahwa masih banyak kita jumpai, program prioritas yang sudah dirumuskan dengan baik, namun ketika sampai pada rincian kegiatan atau juga di tingkat sub-kegiatan, masih terdapat kegiatan-kegiatan sifatnya membonceng, yang sesungguhnya ini tidak diperlukan”, terang Arifasno.

Ia juga mengajak jika ada anggaran yang dikelola oleh Kabupaten/Kota yang tujuannya sama, cobalah dikoordinasikan bersama, agar rancangan yang disusun dapat bersinergi dengan baik. “Tahun 2017 kegiatan di bidang P2P mendapatkan alokasi anggaran sebesar 5 Miliar lebih, yang meskipun sudah ada isu efisiensi tahap ketiga, namun kita harus tetap bersemangat dalam mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh unit utama kita masing-masing”, terang Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.